Probesco Kanamoto Rental memperkenalkan jajaran produk barunya di segmen rental, Mini Excavator Yanmar.

Salah satu produk jagoan yang digadang-gadang Probesco Kanamoto Rental (PKR) dalam acara customer gathering baru-baru ini di Jakarta adalah mini excavator Yanmar. Perusahaan rental ini memanfaatkan kesempatan ini untuk memperlihatkan performa compact excavator itu melalui aksi demo. Bahkan kehadiran Yanmar pada acara itu diklaim sebagai primadona. Tidak heran PKR mempromosikannya baik untuk rental maupun untuk dibeli.

Saat ini mini excavator Yanmar diageni pleh PT Metron Intercon, salah satu anak perusahaan PT Probesco Disatama. Sebagai salah satu mitra dari Probesco Kanamoto Rental, wajar kalau compact excavator Yanmar menjadi salah satu brand andalan dalam armada rentalnya maupun untuk penjualan unit baru, sebagaimana diungkapkan Product Manager Metron Intercon, Hika Septiana, kepada Equipment Indonesia saat acara peluncuran Yanmar & Probesco Kanamoto Rental di Jakarta awal Oktober lalu.

Hika menuturkan populasi mini excavator Yanmar di seluruh dunia dewasa ini terus beranjak naik. Permintaan mesin-mesin pengeduk kecil ini makin tinggi seiring dengan kian ramainya pembangunan infrastruktur di perkotaan dan pengolahan lahan di sektor agrikultur. Total populasi Yanmar di seluruh dunia sekarang ini, menurut dia, sekitar 2000 unit. “Dengan populasi sebanyak itu, PKR yakin dapat men-support kebutuhan mini excavator di Tanah Air,” ujarnya optimis.

Mini excavator Yanmar bukan brand pendatang baru di sini. Produk ini sudah dikenal luas di kalangan kontraktor Indonesia. Sebab itu, dia yakin pasar Yanmar bisa berkembang lebih pesat lagi. Optimisme itu bukan tanpa alasan karena, menurut Hika, Yanmar banyak memiliki banyak kelebihan dibandingkan produk-produk sejenis yang ada di pasar saat ini.

Salah satu alasan mengapa Metron dan PKR mendorong para customer menggunakan mini excavator Yanmar adalah karena komponen-komponen utamanya, termasuk engine dan body, semua diproduksi oleh Yanmar sendiri. “Karena semua komponen kunci dibuat in-house, maka produktivitas dari setiap unit benar-benar maksimal,” ujarnya dengan penuh semangat. Komponen-komponen yang diproduksi secara in-house juga menjamin mutu, dan memudahkan servis (easy maintenance).

Terdapat dua tipe mini excavator Yanmar yang dipasarkan Metron saat ini, yakni Vio 45 dengan kapasitas 4,5 ton dan Vio 55 dengan kapasitas 5,5 ton dengan kapasitas bucket masing-masing 0,14 m3 dan 0,16 m3. Kapasitas bucket tersebut masih bisa di-upgrade lagi sesuai dengan kapasitas aplikasi. Sementara jangkauan arm-nya sampai 5 meter.

Dibandingkan produk kompetitor, kedua mini excavator ini memiliki beberapa keunggulan. “Mini excavator Yanmar adalah pioneer untuk konsep zero tail swing. Dengan buntutnya yang tidak melebihi track, mini excavator ini mampu bekerja di tempat yang sempit, bisa melakukan swing tanpa mengganggu obyek-obyek lain di sekitarnya karena tidak ada satupun yang keluar dari track,” papar Hika.

Produk-produk Yanmar sudah diperlengkapi dengan perangkat GPS, yang sangat berguna untuk melakukan pemantauan (monitoring) dan mendekteksi masalah. “Kalau terjadi error pada unit, teknologi ini bisa langsung memberikan informasi kepada pemilik alat (customer) dan distributor, sehingga problem itu teratasi sebelum unit mengalami downtime,” kata Hika.

Penggunaan GPS juga berguna untuk mencegah kemalingan karena saat ini sudah disetel untuk berada pada radius tertentu. “Kalau sampai ada unit yang keluar dari radius yang sudah ditentukan, teknologi ini akan mengirimkan notifikasi ke HP, iPad atau perangkat mobile lainnya yang bisa terhubung. Jadi, tidak ada kemungkinan untuk terjadinya pencurian alat,” tukasnya.

Mini excavator Yanmar sudah dilengkapi dengan cylinder gap yang mampu memberikan keamanan untuk silider boom baik untuk di bawah, di atas maupun di depan. Artinya, silinder ini sangat aman apabila terjadi benturan pada saat unit sedang beroperasi.

Mini excavator Yanmar memiliki desain yang unik. Selain pelopor konsep zero tail swing, Hika menjelaskan, posisi lampu mesin ini juga berbeda dengan excavator pada umumnya yang dipasang pada bagian sebelah kanan, sementara Yanmar menempatkan lampu di bagian tengah sehingga pencahayaan lebih fokus ketika bekerja pada malam hari. Visibilitas operator ke area kerja dan ke sekeliling alat juga bagus.

Sementara engine-nya menggunakan konsep Eco Mode, yang memungkinkan RPM-nya dapat menyesuaikan dengan kondisi pekerjaan, dan bisa mati sendiri kalau dalam posisi idle, sehingga pemakaian bahan bakar benar-benar efisien.

Kabin dan kanopi sudah memiliki sertifikat ROPS tau FOPS, sehingga dijamin kuat dan aman. Desain kabin, seperti kursi operator dan penempatan tombol-tombol kontrol, benar-benar mengutakaman kenyamanan operator. Kursi operator menggunakan suspensi supaya tidak mudah letih. Kaki operator juga bisa lebih leluasa bergerak.

Untuk memudahkan operator memonitor proses kerja, termasuk kondisi bahan bakar, tersedia LCD monitor yang menampilkan banyak indikator. Semua aktivitas, performa, pemakaian bahan bakar dan masih banyak lagi data lainnya, terekam. Hebatnya lagi, LCD monitor ini tahan air, sehingga tidak bakal lekas rusak kalau kecipratan air.

Fitur menarik lainnya yang tersedia adalah Smart Assist yang memiliki tiga fungsi utama: meminimalisir down time, menekan kemungkinan delay, serta membuat mesin lebih efisien. Jadi, fitur ini, kata Hika, memudahkan monitoring unit yang dimiliki.

Serba Guna

Compact excavator merupakan mesin serba guna yang bekerja di lintas sektoral. Unit-unit ini tidak hanya lincah bekerja di sektor konstruksi dan perkebunan, tetapi bisa juga digunakan pada pekerjaan quarry. Di area perkotaan yang penduduknya padat dan ramai lalu lintas, alat ini banyak digunakan untuk mengeduk dan merapikan (meratakan) material. Posturnya yang ramping membuatnya bekerja dengan lebih leluasa, apalagi mini excavator Yanmar sudah dibekali dengan kapasitas zero tail swing.

Selain menghemat tempat, keuntungan lain menggunakan mini excavator pada pekerjaan penggalian di daerah perkotaan adalah menghindari kerusakan fondasi pada saat pembangunan konstruksi. Dengan beratnya yang relatif ringan, sekitar 5 ton, operasi alat ini tidak akan merusak fondasi yang dilintasinya. Menurut Hika, ini yang menjadi alasan mengapa mini excavator mengambil alih pekerjaan penataan taman (landscape) di perhotelan. “Dengan jangkauan sekitar 5 sampai 5,5 meter plus dozer blade pada bagian depannya untuk mendorong dan meratakan material, compact excavator cocok digunakan untuk penggalian parit, pemasangan pipa, penataan taman hingga pembangunan lahan parkir,” urai Hika berpromosi.

Di sektor agrikultur, perusahaan-perusahaan perkebunan menggunakan mini excavator untuk menggali parit, membuat tanggul, meratakan material serta beragam pekerjaan lain sesuai kapasitasnya.

Proses mobilisasi mini excavator tidak seruwet mengangkut excavator kelas 20 ton. “Mengangkut kelas 20 ton butuh trailer yang besar, sementara bobot mini excavator hanya sekitar 5,5 ton, sehingga cukup menggunakan trailer kecil,” tukasnya.

Kelebihan lain adalah pemakaian bahan bakarnya yang jauh lebih efisien dibandingkan excavator yang lebih besar, seperti kelas 20 ton. “Salah satu faktor yang membedakan mini excavator dari unit-unit yang lebih besar adalah efisiensi pemakaian bahan bakar. Sebagai perbandingan, excavator 20 ton dalam sejam bisa menghabiskan sekitar 20 liter, sementara mini excavator hanya sekitar 6 liter per jam,” kata Hika mengakhiri penejelasannya.